welcome to my blog

WeLcome To My BLog.... Lora stuck

Sabtu, 09 Juli 2011

" SALJU "

“Ketika dalam suatu titik hidupnya di masa muda,  mereka sadar dan ‘terpaksa’ memilih jurusan yang tidak selaras dengan minat pribadi, mereka tidak menyerah  apalagi apatis.”

Masalah ini klise dan tidak Pernah ada habisnya,  SALAH PILIH JURUSAN! Ada orang yang hobi dan punya talenta besar di bidang musik  tapi mau tidak mau menerima kenyataan untuk kuliah di Fakultas Kedokteran. Seseorang yang punya cita-cita besar kuliah di Fakultas  harus berkompromi belajar di program diploma Teknik sipil yang sama sekali tidak menarik minatnya. Banyak sekali alasan mengapa ‘SALAH JURUSAN’ itu bisa terjadi dan terus terjadi.

“Ayo gantungkan cita-cita-mu setinggi langit!” kata orang tua kita di masa kita kecil  Dan pada saat itulah cita-cita mulai digantungkan  di langit tinggi,diantara bintang-bintang, dan bulan.Sangat tinggi, dan umumnya tidak realistis. Dengan lantang cita--cita itu dideklarasikan, “saya mau jadi pramugari, pilot, dokter, arsitek, astronot, penyanyi, artis…” Pokoknya semua profesi, pekerjaan yang tampak hebat  di dunia kanak-anak kita, sah dipilih sebagai cita-cita. 

Saya  sendiri memilih cita-cita menjadi penyanyi! Alasannya sangat sederhana, di layar televisi para penyanyi itu tampak keren.   Dengan suara ‘belepotan’ saya penuh usaha bisa menyanyikan lagu-lagu dari para penyanyi cilik,seperti  trio kwek2 ,Joshua, maissy, Nikita, hingga westlife karna ini band favorit papa Q . Seolah belum cukup euphoria saya, seringkali saya berlagak sedang  berakting menjadi bintang video klip, syuting  dadakan  di kamar, kamar mandi  atau belakang rumah…

Di saat teman-teman SD saya sudah sibuk-sibuk berdebat mengenai cita-cita mereka  menjadi pilot, polisi, dokter, astronot bahkan Sailor Moon, saya tetap setia cita-cita  dari SD,  menjadi penyanyi.
Tapi setelah masa-masa itu berlalu saya merasa harus me-refreshminat dan cita-cita saya. Tapi rasanya hal itu  sulit sekali. Kenapa? Karena saya hanya menginginkan satu hal, dan tidak punya cadangan cita-cita.
Namun pada saat itu juga saya  mulai menyadari bahwa saya tidak boleh begitu naifnya. Bahwa dunia ini besar, menawarkan saya banyak pilihan dan saya harus mau membuka diri apa lagi sih yang menjadi minat saya. Ternyata saya menemukan saya tertarik pada hal-hal yang berbaur Kimia. Saya suka pelajaran kimia. Saya jadi benar-benar tertarik untuk menjadi  ahli dibidang kimia.

Saya mulai berpikir untuk mengambil jurusan Kimia.  Ketika SMA orangtua saya mengusulkan saya untuk mengambil  jurusan IPA, kebetulan saya anak nya penurut jadi saya masuk jurasan IPA di Bintang Timur Siantar. Setelah 3 tahun belajar di SMA akhirnya aku pun lulus dan mengikuti bimbingan belajar yang  disebut  Intensif . Selama intensif aku hanya masuk saat pelajaran Matematika,Kimia dan bahasa ingris selain pelajaran ini tidak pernah aku ikuti.
Kemudian saya mengikuti ujian UMB dan SNMPTN. Masuk UNPAD adalah impian  saya. Masuk UNPAD adalah pembuktian diri. Bahwa saya bisa mengalahkan ketakutan pada sesuatu yang  sebenarnya belum terjadi. Tapi orang tua saya melarang untuk mengambil pilihan diluar sumatera akhirnya saya memutuskan untuk memillih di pulau sumatera  saja .Tak diduga dan disangka aaku masuk POLMED dgn jurusan T.sipil  Panjang ceritanya kenapa saya jadi masuk teknik sipil dan itu pun di POLMED (kampus y baru ku dengar setelah saya berada di medan,sebelumnya tidak pernah dengar )
Tapi jujur saja, setelah  benar-benar belajar di Teknik Sipil dan beberapa teman yang bertanya, “Gimana, asik  belajar Teknik?,” terus terang saya  tidak tahu jawabannya. Saya tidak bisa membayangkan akan menjadi Kontraktor  atau Konsultan.

Pada dua tahun pertama saya merasa tidak cocok mengambil jurusan ini. Terlalu serius ilmu ini. Saya ingin yang  mempelajari ilmu yang lebih ekspresif dan tidak kaku.  Hari-hari saya hanya berisi keluhan tentang semua mata kuliah yang menurut saya sulit atau tidak menarik. Di kelas saya tidak bisa berkonsentrasi penuh. Tidak heran, nilai saya hanya rata-rata atau cukup – cukup makan.

Saya juga cenderung menyalahkan orang tua  karena hal ini. Harusnya mereka tahu saya cinta musik, dan ingin jadi penyanyi atau musisi dan seorang ahli kimia. Kenapa saya harus kuliah dengan jurusan yang pelik begini? Hmm.. padahal saya sendiri yang menjatuhkan pilihan. Memang paling enak mencari kambing hitam.  Saya frustasi karena cita rasa seni saya tidak  tersalurkan .

Di lain sisi, cita-cita untuk lulus cum laude atau dengan IPK yang tinggi adalah mimpi saya. Saya memang banyak maunya. Melihat nilai yang ‘begitu-begitu saja’ dan membayangkan sulitnya membayangkan ketinggalan, saya  merasa tertampar.Menyesal karena telah menghabiskan banyak waktu hanya dengan mengeluh. Sejak membuat keputusan untuk memancing diri untuk ‘menyukai’   kuliah saya dan berusaha sebaik-baiknya  mengerjakan semua tugas. Dan nyatanya pada  semester-semester berikutnya, saya mendapatkan nilai  jauh lebih baik. Semangat tumbuh dengan sendirinya, dan saya  memastikan lulus tahun ini juga.  Setidaknya itulah kompromi saya.
Ada baik nya kita mampu menenentuka pilihan mana y terbaik buat kita, Meskipun  pilihan yang kita pilih tidak selaras dengan minat pribadi, jangan menyerah apalagi apatis. Tetapi memilih berkompromi dengan manis tanpa mengeluh dan mengorbankan waktu dan tenaga. Dengan begini  ‘ Pengorbanan ‘ y telah kita lakukan tidak akan sia2


1 komentar: